Selasa, 28 Agustus 2012

4 langkah muali DIET

4 Langkah Mudah Memulai Diet Bagi Pemula, 1. Hitung Kalori, 2. Jangan Lewatkan Jam Makan, 3. Konsumsi Snack Sehat, 4. Perbanyak Minum Air Putih.

Manajemen makan atau pola diet yang tepat merupakan salah satu faktor penting agar berhasil menurunkan berat badan. Tidak sedikit para pemula yang dibingungkan oleh daftar apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama diet. Namun, sesungguhnya ada konsep dasar yang dapat diikuti.

Tidak selamanya diet itu tak menyenangkan, berikut langkah-langkah mudah yang dilansir dari All Womens Talk bagi Anda para pemula yang baru mulai diet.

1. Hitung Kalori
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu berapa jumlah kalori dari setiap makanan yang dikonsumsi. Jika ingin menurunkan berat badan, berarti jumlah kalori yang Anda bakar harus lebih banyak dari yang dikonsumsi. Normalnya, pria dan wanita memerlukan 1.800 sampai 2.000 kalori setiap hari. Jika ingin menurunkan berat badan, asupan harus dikurangi menjadi 1.500 kalori sehari.

2. Jangan Lewatkan Jam Makan
Selanjutnya adalah rencanakan jam makan dengan benar. Makan yang dimaksud adalah sarapan, makan siang dan makan malam. Sangat penting bagi Anda agar tidak melewatkan salah atu dari ketiganya.

3. Konsumsi Snack Sehat
Dengan mengonsumsi kudapan akan memastikan Anda tidak merasa lapar sepanjang hari, sehingga tidak membuat makan berlebihan. Buah-buahan dan sayuran yang kayak akan serat, nutrisi, antioksidan dan energi sangat baik untuk Anda tambahkan ke dalam daftar makanan. Makanlah kudapan antara beberapa jam sebelum dan setelah makan siang.

4. Perbanyak Minum Air Putih
Terkadang rasa lapar yang Anda rasakan disebabkan karena kurang cairan. Perbanyaklah minum air putih minimal 6-8 gelas/hari. Pastikan minum setengah jam sebelum makan agar Anda merasa lebih kenyang, sehingga bisa mengontrol makan. Tidak hanya air putih saja, Anda bisa sesekali selingi dengan minuman rendah kalori yang mengandung nutrisi seperti jus buah segar atau es teh yang tidak mengandung tambahan gula atau sirup jagung berfruktosa tinggi.

sumber: wolipop.com

Kaki harus diperhatikan

wolipop - Jakarta, Kaki tidak memiliki kelenjar minyak yang berguna untuk melembabkan, sehingga Anda perlu untuk melakukan perawatan kaki khusus secara teratur. Daripada mengunjungi tempat spa mahal untuk merawat kaki, Anda bisa mencoba melakukan perawatan kaki di rumah tanpa harus mengeluarkan biaya mahal. Ini dia cara dapatkan perawatan spa kaki di rumah, seperti dilansir Boldsky.

1. Hapus Cat Kuku
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah hapus cat kuku Anda. Gunakanlah pembersih cat kuku yang bebas aseton agar kilau dari kuku tetap terjaga dan kuku tidak mudah patah. Memakai penghilang cat kuku yang mengandung aseton dapat membuat kuku terlihat kusam dan kasar.

2. Gunting Kuku
Selain kaki adalah bagian tubuh yang paling sering terkena kotoran sehingga menimbulkan infeksi, kuku kaki yang panjang juga rentan patah. Jika Anda ingin menjaga keindahan dan kesehatan jemari kaki, pastikan kuku kaki dipotong pendek.

3. Rendam Kaki
Rendamlah kaki Anda ke dalam air hangat, tambahan sedikit garam agar kotoran yang menempel dapat dibersihkan dengan mudah. Diamkan kaki di dalam air hangat selama 8 – 10 menit.

4. Gosok/ Sikat
Anda bisa membersihkan kulit mati pada kaki dengan sikat berbulu halus atau batu apung. Gosokkan batu apung atau sikat berbulu halus ke kaki secara perlahan dari pergelangan kaki sampai punggung dan telapak kaki. Jangan lewatkan juga menggosok sela-sela jari kaki. Setelah membersihkan kaki Anda dari kulit mati yang menempal, rendamlah kembali kaki ke dalam air hangat. Tambahakan sedikit baking soda ke dalam air hangat dilanjutkan dengan melakukan pijatan pada kaki selam 4 – 5 menit.

5. Bersihkan dengan Lemon
Agar terlihat lebih putih dan berkilau Anda bisa menggosokkan potongan lemon ke kaki dan kuku kaki berulang kali. Setelah melakukan semua tahap perawatan kaki, cuci bersih kaki Anda. Cukup cuci menggunakan air bersih, jangan memakai sabun karena bisa membuat kulit kaki kering.

6. Lembabkan
Untuk melembabkan kulit kaki Anda bisa mengoleskan minyak zaitun, minyak almond atau body lotion secara merata di permukaan kulit kaki. Biarkan selama beberapa saat sebelum berjalan atau memakai sepatu.

PERAWATAN KAKI

BUKAN cuma wajah yang butuh perawatan, tapi organ tubuh paling bawah ini juga memerlukan perawatan khusus. Lantaran acap tertutup, kebanyakan dari Anda sering lupa merawat bagian kaki, khususnya bagian tumit, telapak serta jari-jari. Buntutnya, "situasi" sekitar telapak kaki jadi tak terawat, seperti pecah-pecah, kering hingga beraroma tak sedap.
Pelembab, cukup untuk membuat kaki lebih lembut. Tapi ada beberapa cara untuk menghindari kekeringan dan mencegah retak.


Rendam & eksfoliasi

Merendam kaki Anda dalam air hangat selama 10 menit akan melembutkan kaki berkerak dan kering sehingga lebih mudah untuk menyingkirkan sel-sel mati. Sementara, agar kulit Anda senatiasa lembut, ambil batu apung dan gosok tumit, jari kaki, dan telapak untuk mengangkat sel-sel mati. Hindari menggosok terlalu keras, mencegah merobek kulit, dan iritasi.

Melembabkan

Gunakan pelembab kaki setelah kegiatan di atas dan tutup dengan kaus kaki bersih, lakukan setiap malam, sebelum tidur. Karena kulit banyak melakukan penyerapan pada malam hari. Selain krim pelembab Anda juga dapat menggunakan minyak sayur sebagai pengganti krim.

Gunakan Alas Kaki Nyaman

Alas kaki yang nyaman dapat mencegah kaki retak atau setidaknya mengurangi kemungkinannya. Alas kaki harus sesuai kontur tumit. Alas kaki yang nyaman juga tidak akan menyebabkan rasa sakit saat berjalan.

Kaki Juga Butuh Istirahat

Berjalan, berdiri hingga obesitas dan apa pun yang menjadikan kaki sebagai tumpuan berat badan dapat menyebabkan pecah-pecah pada bagian tumit. Berikan waktu istirahat bagi kaki Anda untuk mencegah tumit pecah-pecah dan sakit. Istirahat kaki dapat dilakukan dengan cara, memijat bagian telapak kaki. Kegiatan ini dapat memperlancar sirkulasi darah di telapak kaki Anda. Selain itu, foot massage juga dapat mengurangi ketegangan setelah melalui hari yang panjang.

Melakukan perawatan pengelupasan kulit ketika Anda merasa kulit makin kering dan kasar. Ini tak hanya penting untuk merawat kaki retak, tapi juga untuk mengetahui penyebab dan menghilangkan terutama jika retak parah dan kaki berdarah.(Ourvanity.com/****)
Tips Merawat Kaki ala Spa di Rumah

Victrin Christy : Wolipop

Minggu, 29 Juli 2012

Perencanaan Puasa untuk Penderita Diabetes

Seringkali seseorang dengan diabetes sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengalaman orang lain yang juga mengalami diabetes bahwa dengan menjalani puasa Ramadhan orang tersebut akan merasa lebih sehat dari sebelumnya. Pengalaman orang lain tersebut, selayaknya harus disikapi secara bijaksana oleh orang yang mengalami diabetes. Keputusan untuk tetap menjalankan ibadah puasa pada akhirnya memang merupakan keputusan pribadi.
Namun seringkali disayangkan karena pada umumnya keputusan tesebut semata-mata diambil atas dasar keinginan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan tanpa dilengkapi dengan pemahaman mengenai bahaya yang mungkin timbul selama berpuasa. Kemungkinan timbulnya resiko tersebut memang sangat tergantung dari kondisi kesehatan setiap orang, seperti tinggi rendahnya kadar gula darah, pengobatan diabetes yang digunakan ataupun adanya penyakit lain yang mungkin menyertai. Oleh karena itu pemeriksaan secara medis sangat diperlukan bagi setiap orang yang mengalami diabetes sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Secara umum, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan berpuasa bagi orang yang mengalami diabetes adalah sebagai berikut:
Personal. Perencanaan puasa merupakan hal yang harus dirancang berdasarkan kondisi setiap individu. Setiap orang yang mengalami diabetes memiliki kondisi diabetes yang unik sehingga sangat berbahaya untuk menerapkan pengalaman berpuasa orang lain kepada diri sendiri. Perbedaan pengobatan yang dijalani oleh seseorang dengan diabetes merupakan salah satu contoh dari keunikan tersebut. Oleh karena itu penting bagi orang diabetes untuk memahami obat-obatan apa yang digunakan selama ini, bagaimana cara kerjanya dan efeknya termasuk pengaruh obat tersebut selama berpuasa.
Memeriksa gula darah lebih sering. Untuk tujuan pemantauan resiko adanya hipoglikemi dan hiperglikemi selama puasa, seseorang dengan diabetes harus lebih sering memeriksakan gula darahnya.
Diet.Pada prinsipnya diet selama bulan puasa harus sama dengan diet sehari-hari, yaitu diet dengan menu seimbang dengan perhitungan kalori yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Juga disarankan untuk banyak minum pada malam hari dan memastikan bahwa makan sahur dilakukan seakhir atau selambat mungkin sebelum Imsyak tiba.
Aktifitas. Aktifitas normal sehari-hari perlu diperhatikan. Bagi orang dengan diabetes, kegiatan fisik yang berlebihan selama berpuasa dapat menyebabkan hipoglikemi sehingga harus dihindari. Shalat Taraweh merupakan salah satu contoh tambahan kegiatan fisik yang dilakukan selama bulan puasa dan perlu diwaspadai dapat menyebabkan timbulnya hipoglikemi. Oleh karena itu disarankan untuk makan seimbang sebelum shalat Taraweh.
Berbuka puasa. Orang dengan diabetes yang berpuasa harus segera membatalkan puasanya jika merasakan adanya gejala hipoglikemi. Disarankan agar orang diabetes selalu menyediakan bekal makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat sederhana (karbohidrat yang dapat diolah secara cepat menjadi gula di dalam tubuh, misalnya air yang mengandung gula, jus, atau roti putih) untuk segera dikonsumsi saat merasakan gejala hipoglikemi atau segera membatalkan puasa pada saat Magrib tiba. Hal ini sesuai dengan seruan Nabi yang berbunyi, ” “Senantiasa manusia itu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (H.R. Bukhori dan Muslim).
Medical check up Pra-Ramadan. Semua orang dengan diabetes yang berkeinginan untuk tetap berpuasa selama bulan Ramadhan sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan dan berkonsultasi kepada dokter ahli diabetes. Dokter terutama akan memeriksa pola kadar gula darah, tekanan darah, kadar kolesterol, fungsi ginjal dan fungsi hati. Melalui pemeriksaan ini akan diketahui apakah seorang dengan diabetes dapat berpuasa secara aman, seberapa besar resiko yang mungkin terjadi jika berpuasa, dan dokter akan melakukan penyesuaian dosis dan waktu penggunaan obat-obatan dan insulin untuk mengurangi resiko akibat berpuasa.
Edukasi dan Konseling. Selain melakukan pemeriksaan medis dengan dokter ahli diabetes, orang dengan diabetes perlu berkonsultasi kepada edukator diabetes seperti ahli gizi dan perawat edukator diabetes mengenai perawatan mandiri selama berpuasa, diantaranya adalah mengenai tanda dan gejala hipo/hiperglikemi, pemantauan gula darah, perencanaan makanan dan kegiatan sehari-hari selama berpuasa. Walaupun di Indonesia belum menjadi kebiasaan umum, orang dengan diabetes sangat disarankan untuk menggunakan gelang pengenal sebagai orang diabetes, sehingga jika terjadi sesuatu akan segera mendapatkan pertolongan yang tepat.
Sumber: Republika Online

Perencanaan Puasa untuk Penderita Diabetes

Seringkali seseorang dengan diabetes sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengalaman orang lain yang juga mengalami diabetes bahwa dengan menjalani puasa Ramadhan orang tersebut akan merasa lebih sehat dari sebelumnya. Pengalaman orang lain tersebut, selayaknya harus disikapi secara bijaksana oleh orang yang mengalami diabetes. Keputusan untuk tetap menjalankan ibadah puasa pada akhirnya memang merupakan keputusan pribadi.
Namun seringkali disayangkan karena pada umumnya keputusan tesebut semata-mata diambil atas dasar keinginan untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan tanpa dilengkapi dengan pemahaman mengenai bahaya yang mungkin timbul selama berpuasa. Kemungkinan timbulnya resiko tersebut memang sangat tergantung dari kondisi kesehatan setiap orang, seperti tinggi rendahnya kadar gula darah, pengobatan diabetes yang digunakan ataupun adanya penyakit lain yang mungkin menyertai. Oleh karena itu pemeriksaan secara medis sangat diperlukan bagi setiap orang yang mengalami diabetes sebelum memutuskan untuk berpuasa.
Secara umum, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan berpuasa bagi orang yang mengalami diabetes adalah sebagai berikut:
Personal. Perencanaan puasa merupakan hal yang harus dirancang berdasarkan kondisi setiap individu. Setiap orang yang mengalami diabetes memiliki kondisi diabetes yang unik sehingga sangat berbahaya untuk menerapkan pengalaman berpuasa orang lain kepada diri sendiri. Perbedaan pengobatan yang dijalani oleh seseorang dengan diabetes merupakan salah satu contoh dari keunikan tersebut. Oleh karena itu penting bagi orang diabetes untuk memahami obat-obatan apa yang digunakan selama ini, bagaimana cara kerjanya dan efeknya termasuk pengaruh obat tersebut selama berpuasa.
Memeriksa gula darah lebih sering. Untuk tujuan pemantauan resiko adanya hipoglikemi dan hiperglikemi selama puasa, seseorang dengan diabetes harus lebih sering memeriksakan gula darahnya.
Diet.Pada prinsipnya diet selama bulan puasa harus sama dengan diet sehari-hari, yaitu diet dengan menu seimbang dengan perhitungan kalori yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Juga disarankan untuk banyak minum pada malam hari dan memastikan bahwa makan sahur dilakukan seakhir atau selambat mungkin sebelum Imsyak tiba.
Aktifitas. Aktifitas normal sehari-hari perlu diperhatikan. Bagi orang dengan diabetes, kegiatan fisik yang berlebihan selama berpuasa dapat menyebabkan hipoglikemi sehingga harus dihindari. Shalat Taraweh merupakan salah satu contoh tambahan kegiatan fisik yang dilakukan selama bulan puasa dan perlu diwaspadai dapat menyebabkan timbulnya hipoglikemi. Oleh karena itu disarankan untuk makan seimbang sebelum shalat Taraweh.
Berbuka puasa. Orang dengan diabetes yang berpuasa harus segera membatalkan puasanya jika merasakan adanya gejala hipoglikemi. Disarankan agar orang diabetes selalu menyediakan bekal makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat sederhana (karbohidrat yang dapat diolah secara cepat menjadi gula di dalam tubuh, misalnya air yang mengandung gula, jus, atau roti putih) untuk segera dikonsumsi saat merasakan gejala hipoglikemi atau segera membatalkan puasa pada saat Magrib tiba. Hal ini sesuai dengan seruan Nabi yang berbunyi, ” “Senantiasa manusia itu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (H.R. Bukhori dan Muslim).
Medical check up Pra-Ramadan. Semua orang dengan diabetes yang berkeinginan untuk tetap berpuasa selama bulan Ramadhan sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan dan berkonsultasi kepada dokter ahli diabetes. Dokter terutama akan memeriksa pola kadar gula darah, tekanan darah, kadar kolesterol, fungsi ginjal dan fungsi hati. Melalui pemeriksaan ini akan diketahui apakah seorang dengan diabetes dapat berpuasa secara aman, seberapa besar resiko yang mungkin terjadi jika berpuasa, dan dokter akan melakukan penyesuaian dosis dan waktu penggunaan obat-obatan dan insulin untuk mengurangi resiko akibat berpuasa.
Edukasi dan Konseling. Selain melakukan pemeriksaan medis dengan dokter ahli diabetes, orang dengan diabetes perlu berkonsultasi kepada edukator diabetes seperti ahli gizi dan perawat edukator diabetes mengenai perawatan mandiri selama berpuasa, diantaranya adalah mengenai tanda dan gejala hipo/hiperglikemi, pemantauan gula darah, perencanaan makanan dan kegiatan sehari-hari selama berpuasa. Walaupun di Indonesia belum menjadi kebiasaan umum, orang dengan diabetes sangat disarankan untuk menggunakan gelang pengenal sebagai orang diabetes, sehingga jika terjadi sesuatu akan segera mendapatkan pertolongan yang tepat.
Sumber: Republika Online

PUASA DIABETES) “HUKUM PUASA BAGI PENDERITA DIABETES” /SAKIT GULA/KENCING MANIS


Jika Diabetes Menyebabkan Tidak Bisa Berpuasa, Haruskah Penderita Diabetes (Penyakit Gula) Meninggalkan Puasa? | Beberapa tips berpuasa bagi penderita diabetes






i

Rate This
Quantcast

Haruskah Penderita Diabetes (Penyakit Gula) Meninggalkan Puasa?

Sebuah pertanyaan dari seseorang di Aljazair dikirimkan kepada Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah:
Pertanyaan: Seseorang terkena penyakit gula (diabetes) dan telah disarankan oleh dokter untuk meninggalkan puasa, dikhawatirkan akan berpengaruh pada kesehatannya. Maka apa yang harus dia lakukan?
Jawab: Kami menasehatkan kepada penderita penyakit ini -semoga Allah Ta’ala membrikan kesembuhan dan kesehatan padanya serta memberinya kekuatan untuk melakukan ketaatan kepada-Nya- kami nasehatkan agar tetap berpuasa, dan Allah Ta’ala adalah sebaik-baik penolong. Bisa jadi puasa yaang dia tunaikan akan menjadi sebab bertambahnya kesehatannya. Selama di mampu menjalankan puasa maka dia hendaknya bersegera menjalankannya.
Para dokter itu bisa jadi mengatakan demikian karena memandang jalan yang lebih hati-hati, tapi bisa jadi di antara para dokter ada yang berkata demikian karena dia memang tidak peduli dengan puasa. Di sana ada dokter yang berusaha memberikan image bahwa penderita diabetes sama sekali sudah tidak bisa puasa, dan ini tidak benar. Karena telah dilakukan penelitian terhadap beberapa penderita di berbagai tempat bahwa para peneliti memberikan hasilnya bahwa banyak penderita diabetes mampu menjalankan puasa.
Maka hendaknya bersegera untuk menunaikan puasa, karena ini adalah kesempatan yang besar bertemu dengan bulan puasa bulan yang penuh kemuliaan. Hendaknya dia berpuasa dan memohon pertolongan kepada Allah Ta’ala, karena bisa jadi dia merasa lemah, merasa takut kalau-kalau batal, mintalah tolong kepada Allah Ta’ala. Dan juga berusaha untuk tidak menggunakan hal-hal yang justru akan menjatuhkan dia pada perkara yang membatalkan puasa. Wallahu A’lam.

Jika Diabetes Menyebabkan Tidak Bisa Berpuasa
بسم الله الرحمن الرحيم
Sebuah pertanyaan disampaikan kepada Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhullah.
Pertanyaan: Saya seorang pria dan telah berusian 71 tahun, dan saya diuji dengan penyakit gula (diabetes) selama 7 tahun ini. Saya telah mencoba berobat dengan berbagai obat namun belum membawa manfaat bagi saya. Dan saya telah berusaha untuk berpuasa namun saya tidak mampu, saya berusaha lagi namun tetap tidak mampu. Maka ketika saya tidak mampu lagi puasa maka saya menggantinya dengan membayar fidyah. Apakah perbuatan saya ini benar? Apakah saya mencukupkan diri dari mencoba puasa dan cukup membayar fidyah? Jazakumullah khair.
Jawab: Segala puji bagi Allah Ta’ala, semoga shalawat dan salam tercurah bagi Rasulullah dan para pengikutnya, dan aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Amma ba’du.
Yang nampak dari pertanyaan ini, bahwa sang penanya tidaklah wajib untuk berpuasa karena Allah Ta’ala berfirman,
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Maka bertakwalah kalian sesuai dengan kemampuan kalian.”
Dia telah lanjut dalam usianya dan teruji dengan sakit gula, dan dia telah mencoba berpuasa namun tidak mampu, maka dia mengganti puasanya dengan memberi makan orang miskin (fidyah) setiap datang Ramadhan. Kecuali jika dia merasa membaik dan kuat puasa maka boleh baginya untuk puasa. Akan tetapi jika keadaannya seperti dalam pertanyaan maka dia membayar fidyah dan tiada dosa baginya dan tidak wajib puasa. Maka semuanya sesuai dengan kemampuan yang dia miliki karena Allah Ta’ala tidaklah membebani seorang muslim lebih dari kemampuannya.
Wallahu a’lam bishawab

Kamis, 31 Mei 2012

Mengenal Ulkus Diabetes

ULKUS DIABETES lebih dekat


  1.       Apa definisi ulkus ?
ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir dan Ulkus adalah ke-matian jaringan yang luas dan disertai invasif kuman saprofit. Adanya kuman saprofit tersebut menyebabkan ulkus berbau, ulkus diabetikum juga merupakan salah satu gejala klinik dan perjalanan penyakit DM dengan neuropati perifer.
  1. Apa definisi ulkus kaki diabetik ?
Ulkus kaki diabetes (UKD) merupakan komplikasi yang berkaitan dengan morbiditas akibat diabetes mellitus. Ulkus kaki diabetes merupakan komplikasi serius akibat diabetes.
  1. Bagaimana fisiologis terjadinya ulkus kaki diabetik ?
Ulkus terjadi karena arteri menyempit dan selain itu juga terdapat gula berlebih pada jaringan yang merupakan medium yang baik sekali bagi kuman, ulkus timbul pada daerah yang sering mendapat tekan-an ataupun trauma pada daerah telapak kaki ulkus berbentuk bulat biasa berdiameter lebih dari 1 cm berisi massa jaringan tanduk lemak, pus, serta krusta di atas.
  1. Bagaimana patofisiologis pada masalah kaki diabetik ?
tiga proses yang berbeda berperan pada masalah kaki diabetik :
1) iskemia yang disebabkan oleh makroangiopati dan mikroangiopati
2) neuropati : sensorik, motorik, dan otonom
3) sepsis : jaringan yang mengandung glukosa tersaturasi menunjang pertumbuhan bakteri.
  1. Apa gambaran klinis tentang patofisiologis kaki diabetik ?
gambaran neuropatik
§ gangguan sensorik
§ perubahan trofik kulit
§ ulkus plantar
§ atropati degeneratif (sendi Charcot)
§ pulsasi sering teraba
§ sepsis (bakteri/jamur)
gambaran iskemia
§ nyeri saat istirahat
§ ulkus yang nyeri disekitar daerah yang tertekan
§ riwayat klaudikasio intermiten
§ pulsasi tidak teraba
§ sepsis ( bakteri/jamur)
  1. Ada beberapa grade pada ulkus diabetikum ?
Grade ulkus diabetikum yaitu :
1). Grade 0 : tidak ada luka
2). Grade I : merasakan hanya sampai pada permukaan kulit
3). Grade II : kerusakan kulit mencapai otot dan tulang
4). Grade III : terjadi abses
5). Grade IV : gangren pada kaki, bagian distal
6). Grade V : gangren pad seluruh kaki dan tungkak bawah distal.