4 Langkah Mudah Memulai Diet Bagi Pemula, 1. Hitung Kalori, 2. Jangan
Lewatkan Jam Makan, 3. Konsumsi Snack Sehat, 4. Perbanyak Minum Air
Putih.
Manajemen makan atau pola diet yang tepat merupakan salah
satu faktor penting agar berhasil menurunkan berat badan. Tidak sedikit
para pemula yang dibingungkan oleh daftar apa saja yang boleh dan tidak
boleh dilakukan selama diet. Namun, sesungguhnya ada konsep dasar yang
dapat diikuti.
Tidak selamanya diet itu tak menyenangkan, berikut
langkah-langkah mudah yang dilansir dari All Womens Talk bagi Anda para
pemula yang baru mulai diet.
1. Hitung Kalori
Langkah pertama
yang harus Anda lakukan adalah mencari tahu berapa jumlah kalori dari
setiap makanan yang dikonsumsi. Jika ingin menurunkan berat badan,
berarti jumlah kalori yang Anda bakar harus lebih banyak dari yang
dikonsumsi. Normalnya, pria dan wanita memerlukan 1.800 sampai 2.000
kalori setiap hari. Jika ingin menurunkan berat badan, asupan harus
dikurangi menjadi 1.500 kalori sehari.
2. Jangan Lewatkan Jam Makan
Selanjutnya
adalah rencanakan jam makan dengan benar. Makan yang dimaksud adalah
sarapan, makan siang dan makan malam. Sangat penting bagi Anda agar
tidak melewatkan salah atu dari ketiganya.
3. Konsumsi Snack Sehat
Dengan
mengonsumsi kudapan akan memastikan Anda tidak merasa lapar sepanjang
hari, sehingga tidak membuat makan berlebihan. Buah-buahan dan sayuran
yang kayak akan serat, nutrisi, antioksidan dan energi sangat baik untuk
Anda tambahkan ke dalam daftar makanan. Makanlah kudapan antara
beberapa jam sebelum dan setelah makan siang.
4. Perbanyak Minum Air Putih
Terkadang
rasa lapar yang Anda rasakan disebabkan karena kurang cairan.
Perbanyaklah minum air putih minimal 6-8 gelas/hari. Pastikan minum
setengah jam sebelum makan agar Anda merasa lebih kenyang, sehingga bisa
mengontrol makan. Tidak hanya air putih saja, Anda bisa sesekali
selingi dengan minuman rendah kalori yang mengandung nutrisi seperti jus
buah segar atau es teh yang tidak mengandung tambahan gula atau sirup
jagung berfruktosa tinggi.
sumber: wolipop.com
Categories
- diabetes (1)
- diabetik (1)
- dokter (1)
- gula darah (1)
- kencing manis (1)
- luka (1)
- melitus (1)
- penyakit (1)
Mengenai Saya
Pengikut
Slide Title 1
Aenean quis facilisis massa. Cras justo odio, scelerisque nec dignissim quis, cursus a odio. Duis ut dui vel purus aliquet tristique.
Slide Title 2
Morbi quis tellus eu turpis lacinia pharetra non eget lectus. Vestibulum ante ipsum primis in faucibus orci luctus et ultrices posuere cubilia Curae; Donec.
Slide Title 3
In ornare lacus sit amet est aliquet ac tincidunt tellus semper. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.
Selasa, 28 Agustus 2012
Kaki harus diperhatikan
Published :
22.52
Author :
Klinik Luka DiabetesTerapi terbaru
wolipop - Jakarta, Kaki tidak memiliki kelenjar minyak yang berguna
untuk melembabkan, sehingga Anda perlu untuk melakukan perawatan kaki
khusus secara teratur. Daripada mengunjungi tempat spa mahal untuk
merawat kaki, Anda bisa mencoba melakukan perawatan kaki di rumah tanpa
harus mengeluarkan biaya mahal. Ini dia cara dapatkan perawatan spa kaki
di rumah, seperti dilansir Boldsky.
1. Hapus Cat Kuku
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah hapus cat kuku Anda. Gunakanlah pembersih cat kuku yang bebas aseton agar kilau dari kuku tetap terjaga dan kuku tidak mudah patah. Memakai penghilang cat kuku yang mengandung aseton dapat membuat kuku terlihat kusam dan kasar.
2. Gunting Kuku
Selain kaki adalah bagian tubuh yang paling sering terkena kotoran sehingga menimbulkan infeksi, kuku kaki yang panjang juga rentan patah. Jika Anda ingin menjaga keindahan dan kesehatan jemari kaki, pastikan kuku kaki dipotong pendek.
3. Rendam Kaki
Rendamlah kaki Anda ke dalam air hangat, tambahan sedikit garam agar kotoran yang menempel dapat dibersihkan dengan mudah. Diamkan kaki di dalam air hangat selama 8 – 10 menit.
4. Gosok/ Sikat
Anda bisa membersihkan kulit mati pada kaki dengan sikat berbulu halus atau batu apung. Gosokkan batu apung atau sikat berbulu halus ke kaki secara perlahan dari pergelangan kaki sampai punggung dan telapak kaki. Jangan lewatkan juga menggosok sela-sela jari kaki. Setelah membersihkan kaki Anda dari kulit mati yang menempal, rendamlah kembali kaki ke dalam air hangat. Tambahakan sedikit baking soda ke dalam air hangat dilanjutkan dengan melakukan pijatan pada kaki selam 4 – 5 menit.
5. Bersihkan dengan Lemon
Agar terlihat lebih putih dan berkilau Anda bisa menggosokkan potongan lemon ke kaki dan kuku kaki berulang kali. Setelah melakukan semua tahap perawatan kaki, cuci bersih kaki Anda. Cukup cuci menggunakan air bersih, jangan memakai sabun karena bisa membuat kulit kaki kering.
6. Lembabkan
Untuk melembabkan kulit kaki Anda bisa mengoleskan minyak zaitun, minyak almond atau body lotion secara merata di permukaan kulit kaki. Biarkan selama beberapa saat sebelum berjalan atau memakai sepatu.
1. Hapus Cat Kuku
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah hapus cat kuku Anda. Gunakanlah pembersih cat kuku yang bebas aseton agar kilau dari kuku tetap terjaga dan kuku tidak mudah patah. Memakai penghilang cat kuku yang mengandung aseton dapat membuat kuku terlihat kusam dan kasar.
2. Gunting Kuku
Selain kaki adalah bagian tubuh yang paling sering terkena kotoran sehingga menimbulkan infeksi, kuku kaki yang panjang juga rentan patah. Jika Anda ingin menjaga keindahan dan kesehatan jemari kaki, pastikan kuku kaki dipotong pendek.
3. Rendam Kaki
Rendamlah kaki Anda ke dalam air hangat, tambahan sedikit garam agar kotoran yang menempel dapat dibersihkan dengan mudah. Diamkan kaki di dalam air hangat selama 8 – 10 menit.
4. Gosok/ Sikat
Anda bisa membersihkan kulit mati pada kaki dengan sikat berbulu halus atau batu apung. Gosokkan batu apung atau sikat berbulu halus ke kaki secara perlahan dari pergelangan kaki sampai punggung dan telapak kaki. Jangan lewatkan juga menggosok sela-sela jari kaki. Setelah membersihkan kaki Anda dari kulit mati yang menempal, rendamlah kembali kaki ke dalam air hangat. Tambahakan sedikit baking soda ke dalam air hangat dilanjutkan dengan melakukan pijatan pada kaki selam 4 – 5 menit.
5. Bersihkan dengan Lemon
Agar terlihat lebih putih dan berkilau Anda bisa menggosokkan potongan lemon ke kaki dan kuku kaki berulang kali. Setelah melakukan semua tahap perawatan kaki, cuci bersih kaki Anda. Cukup cuci menggunakan air bersih, jangan memakai sabun karena bisa membuat kulit kaki kering.
6. Lembabkan
Untuk melembabkan kulit kaki Anda bisa mengoleskan minyak zaitun, minyak almond atau body lotion secara merata di permukaan kulit kaki. Biarkan selama beberapa saat sebelum berjalan atau memakai sepatu.
PERAWATAN KAKI
Published :
22.37
Author :
Klinik Luka DiabetesTerapi terbaru
BUKAN cuma wajah yang butuh perawatan, tapi organ tubuh paling bawah ini
juga memerlukan perawatan khusus. Lantaran acap tertutup, kebanyakan
dari Anda sering lupa merawat bagian kaki, khususnya bagian tumit,
telapak serta jari-jari. Buntutnya, "situasi" sekitar telapak kaki jadi
tak terawat, seperti pecah-pecah, kering hingga beraroma tak sedap.
Pelembab, cukup untuk membuat kaki lebih lembut. Tapi ada beberapa cara untuk menghindari kekeringan dan mencegah retak.
Rendam & eksfoliasi
Merendam kaki Anda dalam air hangat selama 10 menit akan melembutkan kaki berkerak dan kering sehingga lebih mudah untuk menyingkirkan sel-sel mati. Sementara, agar kulit Anda senatiasa lembut, ambil batu apung dan gosok tumit, jari kaki, dan telapak untuk mengangkat sel-sel mati. Hindari menggosok terlalu keras, mencegah merobek kulit, dan iritasi.
Melembabkan
Gunakan pelembab kaki setelah kegiatan di atas dan tutup dengan kaus kaki bersih, lakukan setiap malam, sebelum tidur. Karena kulit banyak melakukan penyerapan pada malam hari. Selain krim pelembab Anda juga dapat menggunakan minyak sayur sebagai pengganti krim.
Gunakan Alas Kaki Nyaman
Alas kaki yang nyaman dapat mencegah kaki retak atau setidaknya mengurangi kemungkinannya. Alas kaki harus sesuai kontur tumit. Alas kaki yang nyaman juga tidak akan menyebabkan rasa sakit saat berjalan.
Kaki Juga Butuh Istirahat
Berjalan, berdiri hingga obesitas dan apa pun yang menjadikan kaki sebagai tumpuan berat badan dapat menyebabkan pecah-pecah pada bagian tumit. Berikan waktu istirahat bagi kaki Anda untuk mencegah tumit pecah-pecah dan sakit. Istirahat kaki dapat dilakukan dengan cara, memijat bagian telapak kaki. Kegiatan ini dapat memperlancar sirkulasi darah di telapak kaki Anda. Selain itu, foot massage juga dapat mengurangi ketegangan setelah melalui hari yang panjang.
Melakukan perawatan pengelupasan kulit ketika Anda merasa kulit makin kering dan kasar. Ini tak hanya penting untuk merawat kaki retak, tapi juga untuk mengetahui penyebab dan menghilangkan terutama jika retak parah dan kaki berdarah.(Ourvanity.com/****)
Tips Merawat Kaki ala Spa di Rumah
Victrin Christy : Wolipop
Pelembab, cukup untuk membuat kaki lebih lembut. Tapi ada beberapa cara untuk menghindari kekeringan dan mencegah retak.
Rendam & eksfoliasi
Merendam kaki Anda dalam air hangat selama 10 menit akan melembutkan kaki berkerak dan kering sehingga lebih mudah untuk menyingkirkan sel-sel mati. Sementara, agar kulit Anda senatiasa lembut, ambil batu apung dan gosok tumit, jari kaki, dan telapak untuk mengangkat sel-sel mati. Hindari menggosok terlalu keras, mencegah merobek kulit, dan iritasi.
Melembabkan
Gunakan pelembab kaki setelah kegiatan di atas dan tutup dengan kaus kaki bersih, lakukan setiap malam, sebelum tidur. Karena kulit banyak melakukan penyerapan pada malam hari. Selain krim pelembab Anda juga dapat menggunakan minyak sayur sebagai pengganti krim.
Gunakan Alas Kaki Nyaman
Alas kaki yang nyaman dapat mencegah kaki retak atau setidaknya mengurangi kemungkinannya. Alas kaki harus sesuai kontur tumit. Alas kaki yang nyaman juga tidak akan menyebabkan rasa sakit saat berjalan.
Kaki Juga Butuh Istirahat
Berjalan, berdiri hingga obesitas dan apa pun yang menjadikan kaki sebagai tumpuan berat badan dapat menyebabkan pecah-pecah pada bagian tumit. Berikan waktu istirahat bagi kaki Anda untuk mencegah tumit pecah-pecah dan sakit. Istirahat kaki dapat dilakukan dengan cara, memijat bagian telapak kaki. Kegiatan ini dapat memperlancar sirkulasi darah di telapak kaki Anda. Selain itu, foot massage juga dapat mengurangi ketegangan setelah melalui hari yang panjang.
Melakukan perawatan pengelupasan kulit ketika Anda merasa kulit makin kering dan kasar. Ini tak hanya penting untuk merawat kaki retak, tapi juga untuk mengetahui penyebab dan menghilangkan terutama jika retak parah dan kaki berdarah.(Ourvanity.com/****)
Tips Merawat Kaki ala Spa di Rumah
Victrin Christy : Wolipop
Minggu, 29 Juli 2012
Perencanaan Puasa untuk Penderita Diabetes
Published :
12.58
Author :
Klinik Luka DiabetesTerapi terbaru
Seringkali seseorang dengan diabetes
sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengalaman orang lain yang juga
mengalami diabetes bahwa dengan menjalani puasa Ramadhan orang tersebut akan
merasa lebih sehat dari sebelumnya. Pengalaman orang lain tersebut, selayaknya
harus disikapi secara bijaksana oleh orang yang mengalami diabetes. Keputusan
untuk tetap menjalankan ibadah puasa pada akhirnya memang merupakan keputusan
pribadi.
Namun seringkali disayangkan karena
pada umumnya keputusan tesebut semata-mata diambil atas dasar keinginan untuk
menjalankan ibadah puasa Ramadhan tanpa dilengkapi dengan pemahaman mengenai
bahaya yang mungkin timbul selama berpuasa. Kemungkinan timbulnya resiko
tersebut memang sangat tergantung dari kondisi kesehatan setiap orang, seperti
tinggi rendahnya kadar gula darah, pengobatan diabetes yang digunakan ataupun
adanya penyakit lain yang mungkin menyertai. Oleh karena itu pemeriksaan secara
medis sangat diperlukan bagi setiap orang yang mengalami diabetes sebelum
memutuskan untuk berpuasa.
Secara umum, hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam perencanaan berpuasa bagi orang yang mengalami diabetes
adalah sebagai berikut:
Personal. Perencanaan puasa merupakan hal
yang harus dirancang berdasarkan kondisi setiap individu. Setiap orang yang
mengalami diabetes memiliki kondisi diabetes yang unik sehingga sangat
berbahaya untuk menerapkan pengalaman berpuasa orang lain kepada diri sendiri.
Perbedaan pengobatan yang dijalani oleh seseorang dengan diabetes merupakan
salah satu contoh dari keunikan tersebut. Oleh karena itu penting bagi orang
diabetes untuk memahami obat-obatan apa yang digunakan selama ini, bagaimana
cara kerjanya dan efeknya termasuk pengaruh obat tersebut selama berpuasa.
Memeriksa
gula darah lebih sering.
Untuk tujuan pemantauan resiko adanya hipoglikemi dan hiperglikemi selama
puasa, seseorang dengan diabetes harus lebih sering memeriksakan gula darahnya.
Diet.Pada prinsipnya diet selama bulan
puasa harus sama dengan diet sehari-hari, yaitu diet dengan menu seimbang
dengan perhitungan kalori yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Juga
disarankan untuk banyak minum pada malam hari dan memastikan bahwa makan sahur
dilakukan seakhir atau selambat mungkin sebelum Imsyak tiba.
Aktifitas. Aktifitas normal sehari-hari perlu
diperhatikan. Bagi orang dengan diabetes, kegiatan fisik yang berlebihan selama
berpuasa dapat menyebabkan hipoglikemi sehingga harus dihindari. Shalat Taraweh
merupakan salah satu contoh tambahan kegiatan fisik yang dilakukan selama bulan
puasa dan perlu diwaspadai dapat menyebabkan timbulnya hipoglikemi. Oleh karena
itu disarankan untuk makan seimbang sebelum shalat Taraweh.
Berbuka
puasa. Orang dengan diabetes yang
berpuasa harus segera membatalkan puasanya jika merasakan adanya gejala
hipoglikemi. Disarankan agar orang diabetes selalu menyediakan bekal makanan
dan minuman yang mengandung karbohidrat sederhana (karbohidrat yang dapat
diolah secara cepat menjadi gula di dalam tubuh, misalnya air yang mengandung
gula, jus, atau roti putih) untuk segera dikonsumsi saat merasakan gejala
hipoglikemi atau segera membatalkan puasa pada saat Magrib tiba. Hal ini sesuai
dengan seruan Nabi yang berbunyi, ” “Senantiasa manusia itu dalam kebaikan
selama mereka menyegerakan berbuka.” (H.R. Bukhori dan Muslim).
Medical
check up Pra-Ramadan.
Semua orang dengan diabetes yang berkeinginan untuk tetap berpuasa selama bulan
Ramadhan sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan dan berkonsultasi kepada
dokter ahli diabetes. Dokter terutama akan memeriksa pola kadar gula darah,
tekanan darah, kadar kolesterol, fungsi ginjal dan fungsi hati. Melalui
pemeriksaan ini akan diketahui apakah seorang dengan diabetes dapat berpuasa
secara aman, seberapa besar resiko yang mungkin terjadi jika berpuasa, dan
dokter akan melakukan penyesuaian dosis dan waktu penggunaan obat-obatan dan
insulin untuk mengurangi resiko akibat berpuasa.
Edukasi
dan Konseling. Selain
melakukan pemeriksaan medis dengan dokter ahli diabetes, orang dengan diabetes
perlu berkonsultasi kepada edukator diabetes seperti ahli gizi dan perawat
edukator diabetes mengenai perawatan mandiri selama berpuasa, diantaranya
adalah mengenai tanda dan gejala hipo/hiperglikemi, pemantauan gula darah,
perencanaan makanan dan kegiatan sehari-hari selama berpuasa. Walaupun di
Indonesia belum menjadi kebiasaan umum, orang dengan diabetes sangat disarankan
untuk menggunakan gelang pengenal sebagai orang diabetes, sehingga jika terjadi
sesuatu akan segera mendapatkan pertolongan yang tepat.
Sumber: Republika Online
Perencanaan Puasa untuk Penderita Diabetes
Published :
12.57
Author :
Klinik Luka DiabetesTerapi terbaru
Seringkali seseorang dengan diabetes
sangat terpengaruh oleh cerita tentang pengalaman orang lain yang juga
mengalami diabetes bahwa dengan menjalani puasa Ramadhan orang tersebut akan
merasa lebih sehat dari sebelumnya. Pengalaman orang lain tersebut, selayaknya
harus disikapi secara bijaksana oleh orang yang mengalami diabetes. Keputusan
untuk tetap menjalankan ibadah puasa pada akhirnya memang merupakan keputusan
pribadi.
Namun seringkali disayangkan karena
pada umumnya keputusan tesebut semata-mata diambil atas dasar keinginan untuk
menjalankan ibadah puasa Ramadhan tanpa dilengkapi dengan pemahaman mengenai
bahaya yang mungkin timbul selama berpuasa. Kemungkinan timbulnya resiko
tersebut memang sangat tergantung dari kondisi kesehatan setiap orang, seperti
tinggi rendahnya kadar gula darah, pengobatan diabetes yang digunakan ataupun
adanya penyakit lain yang mungkin menyertai. Oleh karena itu pemeriksaan secara
medis sangat diperlukan bagi setiap orang yang mengalami diabetes sebelum
memutuskan untuk berpuasa.
Secara umum, hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam perencanaan berpuasa bagi orang yang mengalami diabetes
adalah sebagai berikut:
Personal. Perencanaan puasa merupakan hal
yang harus dirancang berdasarkan kondisi setiap individu. Setiap orang yang
mengalami diabetes memiliki kondisi diabetes yang unik sehingga sangat
berbahaya untuk menerapkan pengalaman berpuasa orang lain kepada diri sendiri.
Perbedaan pengobatan yang dijalani oleh seseorang dengan diabetes merupakan
salah satu contoh dari keunikan tersebut. Oleh karena itu penting bagi orang
diabetes untuk memahami obat-obatan apa yang digunakan selama ini, bagaimana
cara kerjanya dan efeknya termasuk pengaruh obat tersebut selama berpuasa.
Memeriksa
gula darah lebih sering.
Untuk tujuan pemantauan resiko adanya hipoglikemi dan hiperglikemi selama
puasa, seseorang dengan diabetes harus lebih sering memeriksakan gula darahnya.
Diet.Pada prinsipnya diet selama bulan
puasa harus sama dengan diet sehari-hari, yaitu diet dengan menu seimbang
dengan perhitungan kalori yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Juga
disarankan untuk banyak minum pada malam hari dan memastikan bahwa makan sahur
dilakukan seakhir atau selambat mungkin sebelum Imsyak tiba.
Aktifitas. Aktifitas normal sehari-hari perlu
diperhatikan. Bagi orang dengan diabetes, kegiatan fisik yang berlebihan selama
berpuasa dapat menyebabkan hipoglikemi sehingga harus dihindari. Shalat Taraweh
merupakan salah satu contoh tambahan kegiatan fisik yang dilakukan selama bulan
puasa dan perlu diwaspadai dapat menyebabkan timbulnya hipoglikemi. Oleh karena
itu disarankan untuk makan seimbang sebelum shalat Taraweh.
Berbuka
puasa. Orang dengan diabetes yang
berpuasa harus segera membatalkan puasanya jika merasakan adanya gejala
hipoglikemi. Disarankan agar orang diabetes selalu menyediakan bekal makanan
dan minuman yang mengandung karbohidrat sederhana (karbohidrat yang dapat
diolah secara cepat menjadi gula di dalam tubuh, misalnya air yang mengandung
gula, jus, atau roti putih) untuk segera dikonsumsi saat merasakan gejala
hipoglikemi atau segera membatalkan puasa pada saat Magrib tiba. Hal ini sesuai
dengan seruan Nabi yang berbunyi, ” “Senantiasa manusia itu dalam kebaikan
selama mereka menyegerakan berbuka.” (H.R. Bukhori dan Muslim).
Medical
check up Pra-Ramadan.
Semua orang dengan diabetes yang berkeinginan untuk tetap berpuasa selama bulan
Ramadhan sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan dan berkonsultasi kepada
dokter ahli diabetes. Dokter terutama akan memeriksa pola kadar gula darah,
tekanan darah, kadar kolesterol, fungsi ginjal dan fungsi hati. Melalui
pemeriksaan ini akan diketahui apakah seorang dengan diabetes dapat berpuasa
secara aman, seberapa besar resiko yang mungkin terjadi jika berpuasa, dan
dokter akan melakukan penyesuaian dosis dan waktu penggunaan obat-obatan dan
insulin untuk mengurangi resiko akibat berpuasa.
Edukasi
dan Konseling. Selain
melakukan pemeriksaan medis dengan dokter ahli diabetes, orang dengan diabetes
perlu berkonsultasi kepada edukator diabetes seperti ahli gizi dan perawat
edukator diabetes mengenai perawatan mandiri selama berpuasa, diantaranya
adalah mengenai tanda dan gejala hipo/hiperglikemi, pemantauan gula darah,
perencanaan makanan dan kegiatan sehari-hari selama berpuasa. Walaupun di
Indonesia belum menjadi kebiasaan umum, orang dengan diabetes sangat disarankan
untuk menggunakan gelang pengenal sebagai orang diabetes, sehingga jika terjadi
sesuatu akan segera mendapatkan pertolongan yang tepat.
Sumber: Republika Online
PUASA DIABETES) “HUKUM PUASA BAGI PENDERITA DIABETES” /SAKIT GULA/KENCING MANIS
Published :
11.10
Author :
Klinik Luka DiabetesTerapi terbaru
Jika
Diabetes Menyebabkan Tidak Bisa Berpuasa, Haruskah Penderita Diabetes (Penyakit
Gula) Meninggalkan Puasa? | Beberapa tips berpuasa bagi penderita diabetes
by dr.Abu Hana |
أبو هـنـاء ألفردان | in Fatwa Kesehatan (ألفتاوى في مسائل الطبية).
Tagged: hukum kesehatan, HUKUM PUASA PASIEN DIABETES, KENCING MANIS HARUSKAH BERPUASA, makanan sehat bagi penderita diabetes, obat
diabetes, puasa bagi diabetesi, puasa diabetes mellitus, puasa diet diabetes, puasa makanan diabetes, puasa
obat, puasa olahraga, salafy,
TIPS PUASA PASIEN GULA. Leave a Comment
i
Rate This
Haruskah
Penderita Diabetes (Penyakit Gula) Meninggalkan Puasa?
Sebuah pertanyaan dari seseorang di
Aljazair dikirimkan kepada Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhahullah:
Pertanyaan: Seseorang terkena penyakit gula
(diabetes) dan telah disarankan oleh dokter untuk meninggalkan puasa,
dikhawatirkan akan berpengaruh pada kesehatannya. Maka apa yang harus dia
lakukan?
Jawab: Kami menasehatkan kepada penderita
penyakit ini -semoga Allah Ta’ala membrikan kesembuhan dan kesehatan padanya
serta memberinya kekuatan untuk melakukan ketaatan kepada-Nya- kami nasehatkan
agar tetap berpuasa, dan Allah Ta’ala adalah sebaik-baik penolong. Bisa jadi
puasa yaang dia tunaikan akan menjadi sebab bertambahnya kesehatannya. Selama
di mampu menjalankan puasa maka dia hendaknya bersegera menjalankannya.
Para dokter itu bisa jadi mengatakan
demikian karena memandang jalan yang lebih hati-hati, tapi bisa jadi di antara
para dokter ada yang berkata demikian karena dia memang tidak peduli dengan
puasa. Di sana ada dokter yang berusaha memberikan image bahwa penderita
diabetes sama sekali sudah tidak bisa puasa, dan ini tidak benar. Karena
telah dilakukan penelitian terhadap beberapa penderita di berbagai tempat bahwa
para peneliti memberikan hasilnya bahwa banyak penderita diabetes mampu
menjalankan puasa.
Maka
hendaknya bersegera untuk menunaikan puasa, karena ini adalah kesempatan yang
besar bertemu dengan bulan puasa bulan yang penuh kemuliaan. Hendaknya dia berpuasa dan memohon
pertolongan kepada Allah Ta’ala, karena bisa jadi dia merasa lemah, merasa
takut kalau-kalau batal, mintalah tolong kepada Allah Ta’ala. Dan juga berusaha
untuk tidak menggunakan hal-hal yang justru akan menjatuhkan dia pada perkara
yang membatalkan puasa. Wallahu A’lam.
Jika
Diabetes Menyebabkan Tidak Bisa Berpuasa
بسم
الله الرحمن الرحيم
Sebuah pertanyaan disampaikan kepada
Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafizhullah.
Pertanyaan:
Saya seorang pria dan telah berusian 71 tahun, dan saya diuji dengan penyakit
gula (diabetes) selama 7 tahun ini. Saya telah mencoba berobat dengan berbagai
obat namun belum membawa manfaat bagi saya. Dan saya telah berusaha untuk
berpuasa namun saya tidak mampu, saya berusaha lagi namun tetap tidak mampu.
Maka ketika saya tidak mampu lagi puasa maka saya menggantinya dengan membayar
fidyah. Apakah perbuatan saya ini benar? Apakah saya mencukupkan diri dari
mencoba puasa dan cukup membayar fidyah? Jazakumullah khair.
Jawab: Segala puji bagi Allah Ta’ala,
semoga shalawat dan salam tercurah bagi Rasulullah dan para pengikutnya, dan
aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad
adalah utusan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Amma ba’du.
Yang nampak dari pertanyaan ini,
bahwa sang penanya tidaklah wajib untuk berpuasa karena Allah Ta’ala berfirman,
فَاتَّقُوا
اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Maka
bertakwalah kalian sesuai dengan kemampuan kalian.”
Dia telah
lanjut dalam usianya dan teruji dengan sakit gula, dan dia telah mencoba
berpuasa namun tidak mampu, maka dia mengganti puasanya dengan memberi makan orang
miskin (fidyah) setiap datang Ramadhan. Kecuali jika dia merasa membaik dan kuat puasa maka boleh
baginya untuk puasa. Akan tetapi jika keadaannya seperti dalam pertanyaan maka
dia membayar fidyah dan tiada dosa baginya dan tidak wajib puasa. Maka semuanya
sesuai dengan kemampuan yang dia miliki karena Allah Ta’ala tidaklah membebani
seorang muslim lebih dari kemampuannya.
Wallahu a’lam bishawab
Kamis, 31 Mei 2012
Mengenal Ulkus Diabetes
Published :
13.35
Author :
Klinik Luka DiabetesTerapi terbaru
ULKUS DIABETES lebih dekat
- Apa definisi ulkus ?
ulkus adalah luka terbuka pada permukaan kulit atau
selaput lendir dan Ulkus adalah ke-matian jaringan yang luas dan disertai
invasif kuman saprofit. Adanya kuman saprofit tersebut menyebabkan ulkus
berbau, ulkus diabetikum juga merupakan salah satu gejala klinik dan perjalanan
penyakit DM dengan neuropati perifer.
- Apa definisi ulkus kaki
diabetik ?
Ulkus kaki diabetes (UKD) merupakan komplikasi yang
berkaitan dengan morbiditas akibat diabetes mellitus. Ulkus kaki diabetes
merupakan komplikasi serius akibat diabetes.
- Bagaimana fisiologis terjadinya
ulkus kaki diabetik ?
Ulkus terjadi karena arteri menyempit dan selain itu
juga terdapat gula berlebih pada jaringan yang merupakan medium yang baik
sekali bagi kuman, ulkus timbul pada daerah yang sering mendapat tekan-an
ataupun trauma pada daerah telapak kaki ulkus berbentuk bulat biasa berdiameter
lebih dari 1 cm berisi massa jaringan tanduk lemak, pus, serta krusta di atas.
- Bagaimana patofisiologis pada
masalah kaki diabetik ?
tiga proses yang berbeda berperan pada masalah kaki
diabetik :
1) iskemia yang disebabkan oleh makroangiopati
dan mikroangiopati
2) neuropati : sensorik, motorik, dan otonom
3) sepsis : jaringan yang mengandung glukosa
tersaturasi menunjang pertumbuhan bakteri.
- Apa gambaran klinis tentang
patofisiologis kaki diabetik ?
gambaran neuropatik
§ gangguan sensorik
§ perubahan trofik kulit
§ ulkus plantar
§ atropati degeneratif (sendi Charcot)
§ pulsasi sering teraba
§ sepsis (bakteri/jamur)
gambaran iskemia
§ nyeri saat istirahat
§ ulkus yang nyeri disekitar daerah yang tertekan
§ riwayat klaudikasio intermiten
§ pulsasi tidak teraba
§ sepsis ( bakteri/jamur)
- Ada beberapa grade pada ulkus
diabetikum ?
Grade ulkus diabetikum yaitu :
1). Grade 0 : tidak ada luka
2). Grade I : merasakan hanya sampai pada permukaan kulit
3). Grade II : kerusakan kulit mencapai otot dan tulang
4). Grade III : terjadi abses
5). Grade IV : gangren pada kaki, bagian distal
6). Grade V : gangren pad seluruh kaki dan tungkak bawah distal.
1). Grade 0 : tidak ada luka
2). Grade I : merasakan hanya sampai pada permukaan kulit
3). Grade II : kerusakan kulit mencapai otot dan tulang
4). Grade III : terjadi abses
5). Grade IV : gangren pada kaki, bagian distal
6). Grade V : gangren pad seluruh kaki dan tungkak bawah distal.
Langganan:
Komentar (Atom)




