Rabu, 11 Januari 2012


Diabetes Melitus (DM) dengan luka diabetik (LD) atau luka gangren telah menjadi epidemi yang menyerang  dunia. Negara-negara yang padat penduduknya, merupakan Negara dengan pengidap DM dan LD  tertinggi di dunia dan Indonesia menempati peringkat 4. Kegemukan yang sering kali menyertai kasus DM menyerang seluruh lapisan masyarakat, baik kaum intelektual maupun orang awam, mulai dari kota metropolitan hingga ke kampung-kampung. Dahulu, penyakit tersebut dikenal sebagai penyakit orang kaya atau penyakit keturunan. Sekarang penyakit ini dikenal sebagai penyakit bagi mereka yang mengkonsumsi kalori tinggi, serta menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Kegemukan dan DM sudah dikenal sebagai penyakit dengan luka yang sulit sembuh dan mempunyai komplikasi yang cukup ditakuti. Luka Diabetik stadium 3-4 dapat menyerang sendi sampai tulang. Sebagian besar kasus,umumnya ditangani dengan  amputasi. Namun, umumnya penyakit terus berlanjut hingga membutuhkan amputasi ulang. Amputasi bukanlah jalan satu-satunya untuk penanganan luka diabetik.              Penatalaksanaan luka diabetik dengan Panca Dasar “ Tayun Care “,  cara terapi Luka Diabetik yang ditemukan oleh Dr. Kompyang Rata, I Gusti Agung SpKK (K), merupakan kabar baik  bagi mereka yang tidak mau di amputasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar